Rabu, 30 September 2009

Sajak Tanpa Judul

Tuhan..
Saat aku menyukai seorang teman
Ingatkanlah aku bahwa akan ada sebuah akhir
Sehingga aku tetap bersama yang tak pernah berakhir.
Tuhan..
Ketika aku merindukan seorang kekasih
Rindukanlah aku kepada yang rindu cinta sejati-Mu
Agar kerinduanku terhadap-Mu semakin menjadi.
Tuhan..
Jika aku mesti mencintai seseorang
Temukanlah aku dengan orang yang mencintai-Mu
Agar bertambah kuat cintaku pada-Mu.
Tuhan..
Ketika aku sedang jatuh cinta
Jagalah cinta itu
Agar tidak melebihi cintaku pada-Mu.
Tuhan..
Ketika aku berucap “AKU CINTA PADAMU”
Biarlah ku katakan kepada yang hatinya tertaut pada-Mu
Agar aku tak jatuh dalam cinta yang bukan karena-Mu.

Sebagaimana orang bijak berucap:
Mencintai seseorang bukanlah apa-apa
Dicintai seseorang adalah sesuatu
Dicintai oleh orang yang kau cintai sangatlah berarti
Tapi dicintai oleh Sang Pencinta adalah segalanya

Senin, 28 September 2009

arti kehidupan

adakah seorang insan yang mengerti..
apakah arti kehidupan ini…
pernah kucari arti cinta sejati
namun yang kutemui hanyalah mimpi..
suatu mimpi kosong yang tak bertepi
apakah salah hati ini
ingin memiliki sebuah cinta sejati..
apakah arti sebuah persahabatan sejati
apakah itu juga sebuah mimpi..?
jika benar,
apalah arti semua ini..
sudah banyak hari kujalani
tanpa suatu tujuan yang pasti…
semua seakan hanyalah ilusi..
ilusi yang tiada memiliki arti
namun akhirnya satu hal kusadarihanya
Tuhan yang sungguh mengerti,
tentang semua arti kehidupan ini..
kekosongan hati ini
tidak lagi diisi dengan benci..
tak ada yang lebih murni
dari kesucian cinta Ilahi

3 harta

saya memiliki 3 harta :
1. Cinta yang dalam
2. Kesederhanaan
3. Ketidak beranian memenangkan dunia

Dengan Cinta yang dalam, seseorang akan jadi pemberani

Dengan Kesederhanaan, seseorang akan menjadi dermawan

Dan dengan Ketidak beranian memenangkan dunia, seseorang akan menjadi Pemimpin dunia

orang bahagia itu.....

orang yang bahagia itu....akan selalu menyediakan waktu untuk membaca, karena membaca itu sumber hikmah

menyediakan waktu tertawa, karena tertawa itu musiknya jiwa

menyediakan waktu untuk berfikir, karena berfikir itu pokok kemajuan

menyediakan waktu untuk beramal, karena beramal itu pangkal kejayaan

menyediakan waktu untuk bersenda, karena bersenda itu membuat muda selalu

dan menyediakan waktu beribadat, karena beribadat itu adalah ibu dari segala ketenangan jiwa